Rabu, 08 Juli 2015

Rafting Ronga - Arung Jeram Songa Probolinggo

Rafting Ronga - Arung Jeram Songa Probolinggo


Di Jawa timur ada tempat Rafting - Arung - Jeram yang sangat indah, airnya bening, dan alam nya sangat eksotis. Namanya Sungai Pekalen atau Songa Rafting Pekalen


Songa-Arung Jeram probolinggo - Bila Anda belum pernah mencoba untuk Rafting di Pekalen Probolinggo, tentu tidak akan mendapatkan kisah sebuah perjalanan yang menyenangkan. dan juga tidak akan mendapatkan besarnya manfaat dari kegiatan tersebut untuk mengembangkan potensi diri. Menyusuri arus deras kebanyakan orang menganggap suatu kegiatan yang berpotensi bahaya. Tidak salah tetapi juga tidak benar, karena rafting bukan olahraga yang membahayakan.





Rafting atau Arung Jeram adalah salah satu bentuk kegiatan di alam terbuka. Dalam melakukan kegiatan ini, air dan perahu karet digunakan sebagai medianya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. Untuk kegiatan perorangan perahu yang digunakan adalah perahu kayak atau canoe, sedangkan untuk kegiatan yang berkelompok, menggunakan perahu karet jenis oval kapasitas 4,5,6 sd 12 orang. Sedangkan untuk sungai sendiri ada tingkat kesulitan atau grade dimana skalanya 1 s/d 6. skala 1 s/d 3 layak digunakan untuk wisata, sedangkan skala 4 s/d 6 untuk kegiatan petualangan.





Dalam melakukan kegiatan Rafting kita akan menemui Jeram. Jeram adalah suatu daerah disungai, dimana arus yang dilalui deras. Arus yang deras ini terbentuk akibat adanya perbedaan ketinggian sungai dan adanya batu-batuan.


Rafting Songa atau Arung Jeram di Pekalen selain sebagai olahraga yang akan memberikan manfaat kesehatan secara fisik ternyata juga mampu meningkatkan mental seseorang. Bahkan manfaat secara mental jauh lebih besar dari manfaat kesehatan fisik. Dengan berarung jeram, kita seperti di ajak melupakan rutinitas yang membosankan.




Mengunjungi bumi Probolinggo propinsi Jawa Timur saat ini ibarat menyusuri kembali perjalanan Hayam Wuruk lebih dari 500 tahun silam. Konon, menurut cerita rakyat, tak lama setelah Mahapatih Gadjah Mada dari Kerajaan Majapahit berhasil menyatukan wilayah Nusantara di tahun 1357 Masehi, Raja Hayam Wuruk adalah orang pertama yang menjadi saksi atas keindahan panorama alam Probolinggo. Lantaran kagum dan terpesona oleh keindahan panorama di sana, Hayam Wuruk sempat berlama-lama bercengkerama di tempat itu.

Tempat Hayam Wuruk bercengkerama itu kemudian disebut sebagai Prabu Linggih, yang lambat laun mengalami perubahan lafal menjadi Probolinggo.

Sungai Pekalen, terletak 25 km dari kota Probolinggo tepatnya terbentang di antara tiga kecamatan berturut-turut yaitu kecamatan Tiris, kecamatan Maron, dan kecamatan Gading. Bantaran sungai yang bisa diarungi berjarak 29 km yang terbagi atas 3 area. Dan Songa membagi paketnya menjadi 3 bagian: Sungai Pekalen Atas berjarak 12 km, Sungai Pekalen Tengah berjarak 7 km, dan Sungai Pekalen Bawah berjarak 10 km.

Karakteristik sungai berbelok dan bertebing, panorama alam yang indah, puluhan jeram (grade 2 s/d 3+) yang exotic dan menantang, kemegahan air terjun, dan kemolekan gua-gua kelelawar, serta masih ditemuinya beberapa satwa langka seperti burung elang, burung kepodang, monyet, biawak, linsang, tupai dll menjadi daya tarik tersendiri yang dapat Anda nikmati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar